Hasil gambar untuk Ship Maintenance

 

Pentingnya Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal

Perawatan atau Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek baik :

  • Non – Teknis meliputi manajemen dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik.
  • Teknik meliputi suatu material atau benda yang bergerak ataupun benda yang tidak bergerak, sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfubgsi dengan baik serta selalu memenuhi persyaratan internasional.

 

Perawatan juga diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai pada suatu tingkat kondisi tertentu. Perawatan kapal dalam arti luas, meliputi segala macam kegiatan yang ditujukan untuk menjagaagar kapal selalu berada dalam kondisi laik laut (sea worthyness) dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada setiap saat dengan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu. Sistem Perawatan Berencana adalah salah satu sarana untuk menuju kepada perawatan kapal yang lebih baik dan secara garis besar tujuannya adalah :

  • Mengoptimalkan daya dan hasil guna material sesuai fungsi dan manfaatnya (efficiency material)
  • Mencegah terjadinya kerusakan berat secara mendadak (breakdown), serta mencegah menurunnya efisiensi.
  • Mengurangi kerusakan yang mendadak atau pengangguran waktu berarti menambah hari-hari efektif kerja kapal (commission days).
  • Mengurangi jumlah perbaikan dan waktu perbaikan pada waktu kapal melaksanakan perbaikan Dok tahunan (economical cost).
  • Menambah pemgetahuan awak kapal dan mendidik untuk memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin kerja (sence of belong).

 

Kapal tidak akan memenuhi persyaratan standar internasional dan dinyatakan laik laut, apabila tanpa dilandasi dengan pemahaman, pendalaman dan pelaksanaan pada peraturan-peraturan dibawah ini yaitu :

  • IMO the SOLAS, Chapter II-1, Part C & E : Machinery and Electrical Installation.
  • Sistem manajemen perusahaan pelayaran (shipping management system).
  • Sistem perawatan terencana (planned maintenance system) dengan pemahaman bahwa permesinan di kapal merupakan salah satu “ Asset Termahal” dalam perusahaan pelayaran.

Struktur fungsional suatu perusahaan pelayaran dengan tegas memberikan tanggung jawab
”Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal” kepada Manajer Armada.

Manajer Armada bertanggung jawab :

  • Memelihara kapal agar tetap layak laut
  • ABK lengkap dan diperlengkapi sertifikat
  • Siap berlayar dan menerima muatan
  • Membuat strategi perawatan yang akan dilaksanakan di atas kapal
  • Merencanakan anggaran belanja untuk pemeliharaan dan perawatan serta bekerjasama dengan
    manajemen kapal (Nakhoda, Chief Officer, Chief Engineer dan Second EnguineerDalam SOLAS 1974/1978 Chapter II Part C, D, E, dengan jelas menegaskan bahwa semua kapal
    dari Negara IMO harus melaksanakan ”Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal”.
  1. Tujuan umum Sistem Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal, yaitu :
  • Untuk memperoleh pengoperasian kapal yang teratur, serta meningkatkan penjagaan
    keselamatan awak kapal, muatan dan peralatannya.
  • Untuk memperhatikan jenis-jenis pekerjaan yang paling mahal / penting yang menyangkut
    waktu operasi, sehingga sistem perawatan dapat dilaksanakan secara teliti dan
    dikembangkan dalam rangka penghematan / pengurangan biaya perawatan dan perbaikan.
  • Untuk menjamin kesinambungan pekerjaan perawatan sehingga Team Work’s Engine Department
    dapat mengetahui permesinan yang sudah dirawat dan yang belum mendapatkan perawatan.
  • Untuk mendapatkan informasi umpan-balik yang akurat bagi kantor pusat dalam meningkatkan
    pelayanan, perancangan kapal dan sebagainya, sehingga fungsi kontrol manajemen dapat
  1. Tujuan khusus dilakukan perawatan dan perbaikan mesin kapal, ialah :
  • Untuk mencegah terjadinya suatu kerusakan yang lebih besar / berat, dengan melaksanakan
    sistem perawatan yang terencana.
  • Untuk mempertahankan kapal selalu dalam kondisi Laik Laut dalam segala cuaca dan tempat.
  • Untuk lebih memudahkan pemeriksaan / pengontrolan semua suku cadang yang jumlahnya ribuan item, dengan sistem penomoran dan pemberian label tiap item.
  • Untuk memperkecil kerusakan yang akan terjadi dan meringankan beban kerja dari suatu
    pekerjaan diatas kapal.
  • Untuk mengelola biaya yang sudah disediakan (anggaran perawatan) dan dapat dipergunakan
    sesuai kebutuhan yang direncanakan.
  • Untuk menjaga komitmen atau perjanjian usaha perdagangan dengan pihak kedua (rekanan) dan
    pihak ketiga (sub rekanan).
  1. Akibat-akibat yang akan ditimbulkan bila perawatan mesin tidak dilaksanakan dengan
    baik, yaitu :
  • Kapal tabrakan, karena kerusakan mesin secara mendadak, tidak terkontrol, dan sebagainya.
  • Kapal tenggelam, hilangnya kapal termasuk ABK dan seluruh muatan, tabrakan, pecahnya sea 
    chest, kebakaran di dalam kamar mesin, dsb.
  • Kapal bergetar, akibat perawatan dan perbaikan Poros Engkol yang tidak tepat, sehingga
    dapat merusak bagian-bagian masin lainnya.
  • Kapal bergetar, salah satu daun baling-baling pernah kandas atau menghantam balok keras,
    dapat juga merusak bagian mesin ataupun instalasi listrik kapal.
  • Kapal menganggur, karena terjadi kerusakan dan perbaikan yang tidak terencana dan tidak
    cukup suku cadangnya.
  • Pembengkakan biaya operasi kapal, karena kerugian terus menerus yang sulit diperkirakan.
    Biro Klasifikasi tidak merekomendasikan kapal untuk berlayar, karena permesinan di kapal
    tidak memenuhi Class.
  • Rekanan usaha perdagangan tidak merekomendasikan untuk menyewa kapal tersebut.
  • Asuransi akan membebankan biaya yang lebih besar kepada perusahaan, kapal secara
    keseluruhan tidak menjalankan perawatan dan perbaikan dengan benar (Low Performance)
  1. Pencegahan kerusakan lebih baik daripada perbaikan, contoh :
  • Pencegahan merupakan salah satu bentuk dari sistem perawatan terencana, yang dilaksanakan
    untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat.
  • Suatu usaha atau kegiatan untuk merawat suatu mesin/pesawat/material, yang dalam proses
    kerja selanjutnya dapat selalu terkontrol setiap saat kondisi permesinan yang dirawatnya.
  • Kapal melaksanakan perbaikan dok tahunan tepat waktu, atau tidak menunda waktu perbaikan.

Perawatan dan perbaikan sesuai Running – hours, walaupun kondisi kondisi
mesin/pesawat/material saat itu masih berjalan dengan baik dan normal, namun sudah
tercapai jadwal perawatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *